Terbukti Bersalah, Pelaku Penyerangan Gereja Santa Lidwina Yogya Divonis 15 Tahun Penjara

0 609

INDONESIANMONITOR- Suliono bin Mistaji, terdakwa kasus terorisme divonis hukuman penjara selama 15 tahun dikurangi masa tahanan. Simpatisan ISIS yang menyerang Gereja Santa Lidwina, Dukuh Jambon, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Sleman, Yogyakarta ini menerima putusan dari majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Perlu diketahui, Suliono merupakan simpatisan ISIS yang menyerang Gereja Santa Lidwina, Dukuh Jambon, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Sleman, Yogyakarta pada hari Minggu (11/2/2018) lalu.

Dalam persidangan terungkap bahwa perilaku pria lulusan SMPN 1 Pesanggaran dan sempat belajar di Pondok Pesantren Ibnu Sina, Dusun Jalen, Desa Setail, Kecamatan Genteng ini berubah semenjak tinggal di rumah kakaknya di Desa Lantula Jaya, Kecamatan Witaponda, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Setelah kembali tinggal bersama orang tuanya, Suliono bahkan mulai menentang kegiatan keagamaan warga NU yang menurutnya bertentangan dengan ajaran kekhalifahan Islam pimpinan Abu Bakar al Baghdadi.

Suliono bin Mistaji berencana hijrah ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS. Namun ia terkendala dalam pembuatan paspor karena tidak memiliki KTP Elektronik. Setelah gagal berangkat ke Suriah, Suliono bin Mistaji bertekad melaksanakan seruan amirul mukminin, Abu Bakar al Baghadadi supaya berjihad di negeri masing-masing.

Atas dasar itulah, Suliono bin Mistaji melakukan penyerangan Gereja Santa Lidwina, Dukuh Jambon, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Sleman, Yogyakarta yang mengakibatkan Romo Karl Edmund Prier, Mukardi, Yohanes Rianto, dan Budiono luka terkena sabetan pedang dan kerusakan di beberapa bagian gereja.

“Memutuskan, menyatakan terdakwa Suliono bin Mistaji terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana terorisme sebagaimana diatur dalam pasal 15 juncto pasal 6 Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme,” ujar majelis hakim yang diketuai Bambang Budi Mursito, S.H., MH, dengan hakim anggota, Agus Pambudi, S.H., MH dan Mochamad Arifin, S.H., M.Hum. Serta panitera pengganti, Kesumawati, SH.

Atas perbuatannya, Suliono diganjar pidana penjara selama 15 tahun dikurangi masa tahanan. Selain itu, juga dibebankan biaya perkara kepada terdakwa sebesar Rp 5000.

Vonis hakim ini lebih rendah satu tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Andri Jefri, A, S.H. Sebelumnya, JPU menjerat Suliono bin Mistaji dengan pasal 15 juncto pasal 6 Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana terorisme dengan tuntutan selama 16 tahun penjara.

Bahkan, terhadap tuntutan JPU pada persidangan sebelumnya, Suliono dalam Nota Pembelaannya (Pledoi) menyebutkan, bahwa tindakannya yang menyerang Gereja Santa Lidwina merupakan bagian dari jihad. Suliono merasa bahwa tindakannya itu sudah sesuai dengan syariat Islam, sehingga ia tidak perlu menyesali perbuatannya.

Namun atas putusan majelis hakim terdakwa melalui penasehat hukumnya Akhyar, S.H, maupun Jaksa Penuntut Umum menyatakan menerima putusan.

 

Reporter: Ageng Suryo

Editor: Noor Ahmad

- Advertisement -

Leave A Reply

Your email address will not be published.